Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Rahasia di Balik Dollar Amerika, siapa itu The Fed ?

Dolar Amerika dikuasai oleh Swasta

Sebagian orang mengira bahwa The Federal Reserver Banks adalah institusi pemerintah AS. Bukan, mereka adalah institusi
swasta yang memegang monopoli kredit yang menerkam rakyat AS untuk keuntungan diri mereka sendiri dan penipu yang menjadi
rekanan mereka.

Louis T. McFadden,
Chairman of the committee on Banking and currency, 10 Juni 1932
Di bawah payung Federal Reserve Act, 1913, The Fed lah yang berhak menerbitkan dan mencetak dolar, bukan Departemen Keuangan
(US Treasury), dan ketika The Fed mencetak uang dolar, itu sama dengan mencetak cek kosong. Tak perlu ada deposit atau dana
dan emas yang membackup pencetakannya.

Jadi bayangkan, kepentingan dalam The Fed adalah kepentingan swasta. Yang berkumpul di dalamnya juga bukan orang dengan
status pegawai pemerintah.

Siapa pendiri The Fed ?
Dialah Paul Warburg, seorang imigran Yahudi dari Jerman, yang resmi menjadi warga Amerika pada 1902. Dengan analisis yang tajam,
dia menakut-nakuti Amerika bahwa akan ada Financial Panic pada tahun 1907. Menurut Walburg, sistem bank sentral harus
terpisah dengan sistem politik pemerintahan karena pasti akan terjadi tarik-menarik kepentingan.
Tahun 1913, di kala pemerintahan Presiden Woodrow Wilson, The Fed berdiri.

Konsep ini kemudian menyebar dan digunakan oleh banyak negara di dunia. Hal inilah yang kemudian menyebabkan mata uang dolar
menjadi tolok ukur sekaligus mata uang pengendali yang jadi keadaan ekonomi suatu negara.

Agama Islam Nusantara dibawa oleh wirausahawan Arab

Kenapa Prof. Dr. C.Snouck Hurgronje menulis bahwa agama Islam di Indonesia berasal dari Gujarat India? Kalau ditilik dari realitas fakta dari nama-nama yang menggunakan Bahasa Arab, dapat memandu bagi yang mempertanyakan dari mana datangnya agama Islam yang masuk ke Nusantara. Jika memang benar agama Islam dibawa oleh pedagang-pedagang Gujarat India tentunya banyak hunian atau tempat untuk pedagang Gujarat.
Namun di Indonesia banyak dikenal nama-nama seperti Serambi Mekah, Maluku yang menurut Buku API Sejarah jilid 1, Jazirah Maluku disebut demikian karena berasal dari Jazirah Al-Muluk. Di Jazirah atau wilayah yang dikelilingi laut tersebut, dikuasai oleh para Raja atau Al-Muluk. Pulau Sumatra disebut pula dengan Andalusia, artinya memiliki keindahan dan kesuburan, sama dengan Spanyol karena itu disebut sebagai Andalusia oleh Mu’awiyah. Danau Toba berasal dari Thayyiba artinya indah dalam Bahasa Arab.

Dengan banyaknya nama wilayah berbahasa Arab dan banyaknya daerah hunian wirausahawan Islam dari Banda Aceh hingga Pulau Banda sebagai bukti bahwa Nusantara Indonesia memiliki kontak dagang dengan negara-negara Arab. Bukan hanya kontak dagang dengan India dan Cina yang ditulis menulis sejarawan asal Belanda, ditulis di atas Geladak Kapal VOC Belanda, Neerlando Sentrisme (baca Drs. R. Moh. Ali, Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung, menyatakan Neerlando Sentrisme, system penulisan Sejarah Indonesia dari geladak kapal VOC oleh Belanda yang tidak memahami tentang Indonesia yang sebenarnya).

Masih banyak kekeliruan atau sengaja dibuat keliru olehnya tentang perkembangan Agama Islam yang ada di Nusantara Indonesia. Seperti waktu masuknya agama Islam di Indonesia disebutkan olehnya pada 13 M. Namun menurut data sejarah hubungan niaga Timur Tengah, India dan Cina serta Nusantara Indonesia tetap berlangsung walaupun Rasulullah Salallahu Alihi Wasallam telah wafat, 11 H/632 M, dilanjutkan antara Khulafaur Rasyidin, 11-41 H/ 632-661 M. Seperti yang disejarahkan pada masa khalifah ketiga, Utsman bin Affan, 24-36 H/644-656M mengirim utusan niaga ke Cina. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengadakan kontak dagang dengan wirausahawan di Nusantara Indonesia. Keterangan sejarahnya terdapat dalam buku Nukhbat ad-Dahr ditulis oleh Syaikh Syamsuddin Abu Ubaidillah Muhammad bin Thalib ad-Dimsyaqi yang terkenal dengan nama Syaikh Ar-Rabwah.

Dari sumber lain, J.C Van Leur dalam Indonesian Trade and Society dengan mendasarkan sumber berita Cina dari Dinasti Tang, 618 – 907 M menyatakan bahwa pada 674 M di pantai barat Sumatra telah terdapat settlement (hunian bangsa Arab Islam) yang menetap di sana. Atau dari Thomas W. Arnold dalam The Preaching of Islam juga menuliskan dari sumber yang sama Dinasti Tang, adanya wirausahawan Arab yang menetap di pantai barat Sumatra pada 618 – 907 M. atau pada angka tahun seorang ulama, Syaikh Mukaiddin di Baros, Tapanuli, yang bertuliskan 48 Hijriyah atau 670 Masehi maka dapat dipastikan agama Islam masuk ke Nusantara Indonesia terjadi pada abad ke-7 Masehi atau pada abad ke-1 Hijriyah.

Dari data-data sejarah di atas dapat disimpulkan bahwa Agama Islam dibawa langsung dari Bangsa Arab pada abad ke-7 M / 1 Hijriyah.
Kemudian kenapa mesti Prof. Dr. C.Snouck Hurgronje harus berbohong ? silahkan ditulis di komentar post ini.