Showing posts with label Bersyukur. Show all posts
Showing posts with label Bersyukur. Show all posts

Kalau tidak bersyukur kita akan ….. ?



Kenapa kita harus bersyukur ? 

Ada apa dengan syukur ? 

Bisakah Anda menjawab pertanyaan di atas  ?

Saya ingin punya ini, saya ingin punya itu, saya ingin beli itu, saya ingin beli ini. Banyak kepuasan yang saya dapatkan ketika memiliki sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak dipunyai orang lain. 

Saya ingin digaji besar untuk dapat membeli apa yang saya mau, apa yang saya ingini, apa yang menjadi kepuasanku. Bisakah perusahaanku memenuhi keinginanku ? 

Kalau perusahaanku tidak dapat menggajiku sesuai permintaanku ?
Di sinilah kita harus punya pegangan untuk menstop keinginan-keinginan kita, seberapapun besar gaji kita, keinginan kita, kepuasan kita selama tidak punya rasa untuk bersyukur tidak akan cukup.

Bersyukurlah … Bersyukurlah … Bersyukurlah sehingga biarlah Allah SWT yang memenuhi keinginan-keinginan kita, kepuasan-kepuasan kita, karena pasti akan tampak beda kepuasaan yang kita dapatkan dengan cara kita dengan kepuasan yang kita peroleh atas kehendak Allah SWT.

Mau tahu bedanya ? Bersyukurlah …….

Doa untuk mencerahkan dan untuk membuka apa saja

Ini doa dari ibu saya. Ditulis langsung oleh beliau, saat saya dulu banyak kemurungan, duka, kesusahan, persoalan... Doa dari ibu saya ini, alhamdulillaah ada asmaa-ul husnaa nya yang saya butuhkan. Atas izin Allah jd materi ke-99 di antv pagi tadi.

Berikut doanya:
Yaa fattaaah, yaa rozzaaq, yaa muhawwilal ahwaal, hawwil ahwaalanaa ilaa ahsanil haal... Hasbunallaah wani'mal wakiil, ni'mal maulaa wani'mannashiir. Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiim.

Wahai Allah Yang Maha Membuka (membuka apa saja. Sesuaikan dengan lintasan hati, pikiran, doa, kebutuhan, keperluan.,termasuk membuka hati yang beku, keras. Termasuk buka pintu jodoh, pintu rizki, dll).

Wahai Yang Maha Memberi Rizki.

Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan.

Ubahlah keadaan kami, ke keadaan yang lebih baik lagi.
(Bukan saja soal ekonomi, hari2, kesulitan, kesusahan, tapi juga mengubah yang ga biasa bangun malam, jadi bisa dan biasa bangun malam. Yang biasa maksiat, jadi biasa tobat. Yang biasa bikin dosa, jadi biasa ibadah. Yang ga biasa berjamaah di masjid, jadi bisa. Yang anaknya bandel, jadi baik-baik semua anaknya. Dari suami/istri yang tidak/kurang menyenangkan hati, jadi menyenangkan/menentramkan hati. Pokoknya mengubah apa aja yang mau diubah. Termasuk ketetapan menjadi penghuni neraka, jd penghuni surga. Keadaan-keadaan apa ketika menyebut asmaa-ul husnanya Allah, bikin lintasan hati, pikiran, doa, tatkala menyebutnya).

Cukuplah Allah sebagai Pelindung, Penolong.
Tiada daya upaya kecuali daya upayanya Allah.

Dulu ibu saya bilang, baca doa ini 111x kalo lagi susah banget. Kalo ga bisa, ga sempet, 33x. Atau 11x. Atau 3x.
Kalo ga bisa juga, minim2, 1x. Kalo ga bs jg, ya udah, brarti ga mau ditolong Allah. Begitu ibu saya menasihati saya.
Dan itu dibaca tiap2 hbs shalat. Tapi zikir/wirid habis shalatnya, dibaca dulu. Jangan ditinggal.

Soal jumlah berapa kali bacanya, penting ga penting dah. Kita disuruh baca asmaaul husna. Soal jumlah, saudara aja yang coba disiplin sendiri. Boleh ditetapkan sebagai kedisiplinan diri, boleh tidak ditetapkan. Yang perlu aja yang baca. Kita disunnahkan baca doa dengan menggunakan asma-ul husna. Semoga bisa memakainya sehari2. Mohon doanya buat Ibu saya (Ibunda Yusuf Mansur) dan juga buat Ibu Saya .

Terima Kasih atas nikmat Mu, Ya Allah

Alhamdulillah, Untuk mengawali saya berposting kembali di blog ini, saya akan mencoba untuk menulis sebuah tulisan yang mengambil tema bersyukur.
Yah kata syukur ini rasa-rasanya untuk dewasa ini agak susah untuk sering diucapkan, malah lebih keseringan kita untuk meminta dan mengeluh daripada untuk bersabar dan bersyukur ? Benar begitu ? Jujur memang saya pun demikian lebih banyak berkeluh kesah dan meminta daripada sabar dan bersyukur. Namun alhamdulillah masih ada yang mengingatkan saya untuk banyak bersyukur dan bersabar.
Coba pembaca sekalian mengira-ira sendiri seberapa sering kah anda dalam meminta ? Dan seberapa seringkah anda dalam bersyukur? Kira-kira dari meminta dan bersyukur manakah yang lebih sering anda lakukan.
Kalau anda lebih sering dalam meminta maka segerakanlah bersyukur, banyak-banyakin syukurnya, Insya Allah, Allah akan menambah nikmat kepada kita. Bukankah seperti itu Janji Allah kepada kita?

Memang saya akui orang hidup tidak jauh dari yang namanya masalah, pasti ada saja masalahnya, satu masalah selesai ada yang lain dst, dst. Oleh karenanya seberapapun besar masalah itu, jikalau kita mampu untuk tetap bersyukur dan bersabar, niscaya masalah itu akan hilang dengan sendirinya.
Terima Kasih ya Allah telah mengingatkanku untuk bersyukur atas nikmat yang telah engkau berikan kepadaku.
Akhirnya dengarlah doa seorang bocah yang masih polos,
Tuhan Engkau kan tahu ujian matematika ku hari ini sangat buruk, tetapi aku bersyukur Aku tidak mencontek, walaupun teman-teman ku melakukannya. Berangkat ke sekolah tadi pagi, aku membawa sepotong kue dan sebotol air. Kata ayah sekarang sedang musim paceklik, Jadi hanya itu yang bisa kubawa. Terima Kasih kue nya, Tuhan! Di jalan aku melihat pengemis yang kelaparan. Lalu aku berikan kue itu padanya. Tahu-tahu laparku hilang ketika melihatnya tersenyum.”
Tuhan lihatlah ini sepatuku yang terakhir. Mungkin aku harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau kan tahu, sepatu ini sudah rusak berat. Tapi tidak apa-apa. Aku tetap bersyukur. Paling tidak aku masih bisa pergi ke sekolah. Terima Kasih Tuhan! Tetanggaku bilang, orang-orang sedang gagal panen. Beberapa teman ku terpaksa berhenti sekolah. Tuhan, tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.”

Oya semalam Ibuku memukulku. Mungkin karena aku nakal. Itu memang menyakitkan tapi pasti sakitnya segera hilang. Aku tahu Engkau akan menyembuhkan sakit itu. Yang penting aku masih memiliki seorang ibu. Tuhan tolong jangan marahi Ibuku yah? Dia hanya lelah, juga panik memikirkan biaya sekolah ku. Terakhir, Tuhan. Rasa-rasanya aku sedang jatuh cinta. Ada seorang pria yang tampan di kelasku. Menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku? Tapi apapun yang terjadi, aku tahu Engkau tetap akan menyukaiku. Terima Kasih Tuhan!.