Instalasi Debian pada HDD HItachi

awal-awal kenal ma linuk pertama kali tergoda melihat buku2 manual linux yg banyak tersedia di Toko Buku Gramedia, awalnya sihh iseng2 ma teman untuk mencoba-cobanya aja .. Distro pertama yg pernah gw install yaitu RedHat 9, itu pun diajak oleh temen juga, pertama install juga masih agak keder untuk bagian pembagian partisinya, bingung terpaksa deh pinjam buku linux ma temen, dibuku itu dijelasin mengenai /(root), swap dll nya yang sangat berbeda dengan cara pembagian partisi di windows, setelah baca-baca masih bingung juga tuhh, ya terpaksa deh praktek langsung, dengan segala daya dan upaya akhirnya instalasi selesai setelah memakan waktu berjam-jam (sampai dini hari baru kelar tuh tahap instalasinya). Setelah selesai install REdHat 9, karena capek seharian install tidur dulu deh, biar esoknya bertenaga untuk ngoprek2 lebih lanjut lagi mengenai RedHat, detik berganti detik, hari-berganti-hari, bener-bener keranjingan tuh ma RedHat,gw merasakan demam Linux,
seperti pertama kali Guru Linus Torvalds ke gigit ma penguin (demamnya berhari-hari), Enggak salah deh Guru Linus memberi simbol linux dengan gambar penguin, dengan harapan Penggunanya benar-benar demam....
selang beberapa bulan lamanya merasa bosen tuh dengan RedHat, mau coba-coba dengan yang lain, disaat itulah temanku menyarankan penggunaan Fedora core 4, memang tampilan dan kemampuan Fedora jauh di atas RedHat, namun yang disayanngkan adanya ketidakstabilan pada Fedora, ya harap maklum lah Fedora merupakan " sapi perahan " untuk RedHat,
atau dengan kata lain project ujicobanya RedHat, karena merasa khawatir dengan ketidakstabilan Fedora gw mencoba distro yang baru, googling di Google ketemu deh yang namanya Debian, setelah baca-baca tentang Debian, jadi tertarik untuk mencobanya,
alasan utamanya adalah bahwa Debian GNU/Linux adalah sebuah distro yang selalu dipublikasikan apabila telah mencapai tahap stabil, jadi bukan distro percobaan, dan yang membuat terpesona lagi bahwa Debian berkomitmen untuk mengOpenSourcekan dirinya, jadi Debian Gnu/Linux ini bener-bener hadir untuk melayani masyarat (Bahwa Debian GNU/Linux tidak akan dan tidak akan pernah dikomersilkan), mungkin karena untuk mencapai tahap stabil diperlukan testing yang memakan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan inilah yang menjadikan Debian Gnu/linux lama untuk merilis versi barunya, tapi enggak papa, lagian gw juga merasa agak males untuk mengUpgrade setiap saat ... :e
oh ya hampir lupa Debian merupakan singkatan dari Debra dan Ian Debra merupakan istri dari Ian, Ian sendiri adalah pencipta Debian GNU/Linux.

Awalnya gw instal di Komputer (PC) enggak ada masalah Debian Sarge atau Etch R1, namun apabila anda menggunakan NoteBook yang menggunakan HDD merk Hitachi, mungkin akan terjadi masalah karena ternyata merk ini belum disupport oleh Debian, setelah tanya sana-tanya sini , Googling...akhirnya nemu juga deh tuh Driver untuk Hitachi, setelah nemu muncul lagi permasalah yang baru yaitu bagaimana caranya untuk menginstall Driver itu secara DVD-Rom cuma satu... setelah lama mikir datang juga tuh ilmu, yang bahwasanya gunakanlah FlashDisk yang telah tercopy driver Hitachi dan dipasang secara bersamaan pada waktu instalasi Debian, Senengnya bukan main karena HDD yang tadinya enggak terdetect ma Debian dah nongol, bak .. bik .. bung ... selesai juga tuh instalasi Debian Etch di NoteBook gw, senangnya bukan main ........
sampai dengan saat ini gw masih setia dengan Debian .. walaupun kata orang Debian adalah salah satu distro yang masih primitif, namun bagi gw Debian adalah yang tercocok buat gw...

Terima Kasih Debian yang telah menemaniku sampai hari ini ..........

1 comment:

  1. iya tuh kang aq jg make Debian yg Etch R1 ga support kernelnya ........... memang pilihan nya ya itu sihh hrs pake yg di atas nya

    Thx for sharing yahh :e

    ReplyDelete